{pic5:left}Sebelum malam puncak Nation Building dimulai, para tamu undangan disajikan nuansa Papua yang tergelar di karpet merah. Sepanjang jalan menuju panggung "Mutiara Timur Indonesia", tamu-tamu yang datang dari berbagai kalangan ini melihat-lihat sajian budaya dan kesenian asal provinsi paling timur di Indonesia itu.
Memasuki pintu melintasi karpet merah, para tamu melewati area pasir yang bernuansa pantai di Papua. Tamu-tamu yang menginjakkan kaki di area ini disambut dengan Tari Yospan yang menjadi tari pergaulan di Papua. Masuk lebih ke dalam, nuansa Papua makin terasa dengan hadirnya dekorasi Rumah Honai lengkap dengan busur panah, tifa, dan koteka.
Beswan Djarum terlihat tidak melewatkan untuk berfoto-foto di area karpet merah dengan latar belakang Papua ini. Selain berfoto di arena Loudspot yang berada di bagian depan, mereka juga bergaya dengan latar belakang pemain musik yang mengiringi para penari Yospan. "Wah seru, Mas. Kita seperti berasa ada di Papua," ungkap Muhamad Mufrichin Putra, Beswan Djarum dari Universitas Negeri Malang.
Para rektor dan wakil rektor pun terlihat senang dan menikmati saat berjalan di area karpet merah. Mereka melihat-lihat ornamen-ornamen seperti koteka dan busur panah yang ditata rapi di sini. "Wilayah Indonesia Timur yang diangkat di acara ini sangat terasa. Kita wakil dari perguruan tinggi benar-benar senang diundang ke acara ini," ungkap Dr. Burhan Eko Purwanto, Wakil Rektor 1 Universitas Pancasakti, Tegal.