Ajang Lomba Karya Tulis Beswan Djarum 2011 Regional Bandung, Rabu (21/9), di Aston Primera Pasteur, Bandung, terasa semakin seru berkat adanya sistem undi dalam menentukan urutan sepuluh besar peserta yang berhasil lolos untuk mempresentasikan karya tulis mereka dihadapan dewan juri dan juga audiens. Pada urutan ketiga dan keempat terdapat nama terpilih Endah Purnamasari dengan judul paper Potensi Program Coorporate Social Responsibility Terhadap Penyandang Autis melalui Implementasi Terapi Wicara Dengan Metode Lovaas.
Secara garis besar paper yang dibuat oleh mahasiswi Universitas Widyatama ini mengedepankan bahwa CSR sebuah perusahaan memiliki potensi membantu penyandang cacat melalui sebuah terapi yang dapat dimasukan dalam program-program yang dibuat. Dalam presentasi yang berlangsung selama lima belas menit tersebut, Endah secara gamblang berbicara tentang Autis dan permasalahannya. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswi Widayatama ini juga memperoleh banyak masukan dari para juri.
Satu diantaranya seperti yang dilontarkan oleh Jimmy Hasugian, juri dari Universitas Kristen Maranatha, mengungkapkan bahwa konten paper milik Endah harus lebih menekankan pada CSR-nya itu sendiri dan program-program yang dinilai dapat masuk dalam kategori dari isi paper, bukan hanya menjelaskan autis dan permasalahannya saja.
Dilain kesempatan, urutan berikutnya tampil Agustian asal Universitas Padjadjaran, dalam paper-nya tersebut Agustian ingin menekankan efektifitas program vaksinasi yang dapat mensejahterakan masyarakat. "Bila selama ini vaksinasi dinilai cukup mahal, maka dengan adanya metode produksi vaksin yang sederhana tetapi akan memiliki hasil lebih banyak", ujarnya.
Saat ditemui seusai presentasi, Agustian mengungkapkan, "perasaan saya saat sedang presentasi yang pasti nervous itu ada, dan saya merasa ada sesuatu yang saya dapat. Lainnya, saya lebih terfokus pada teknik sehingga ada beberapa poin terlupa". Agustian berharap kedepan penjurian LKT Beswan Djarum dinilai oleh dewan juri dengan latar belakang pendidikan yang berimbang antara sosial, Teknik dan ada juga juri berbasis sains. [nus/redaksi]