PANTANG MENYERAH MESKI DIGUNCANG

Senin, 27 Januari 2014 | Oleh
Share :

"Tanganku sudah gak kuat" Ujar salah satu peserta Character Building batch 5 dalam permainan Double Rope Bridge. Begitu banyak ungkapan yang tertuang dari permainan ini tentang rasa ingin menyerah, pesimis, hingga emosi begitu diguncang instruktur diujung tali.

 

Para peserta ditantang untuk menaklukkan rasa takutnya ketika menyeberangi lembah dengan 2 bentangan tali sebagai alat bantunya. Meski tali pengaman telah terpasang, namun keraguan muncul pada tiap-tiap peserta yang akan memulai permainan ini. Alasannya, takut lelah begitu sampai ditengah hingga takut untuk terjatuh.

Permainan ini mengajarkan kita untuk konsentrasi dan fokus mengejar yang terbaik. Berusaha bangkit ketika jatuh adalah hal utama yang layak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada jalan yang mulus untuk mencapai kemenangan, diperlukan usaha serta keyakinan diri untuk meraihnya. Double Rope Bridge pun menguji tanggung jawab peserta akan regunya. Bagaimana ia menjalani perannya dan bertindak tanpa harus diminta terlebih dahulu.

 

"Kalau lagi patah semangat ingat game Double Rope Bridge. Seberat apapun rintangannya, percaya pasti bisa dan ternyata bisa beneran." ujar Ariani Anugrah (Beswan Djarum asal Universitas Negeri Yogyakarta) dalam akun twitter nya.

Pastikan untuk selalu percaya diri melewati segala tantangan. Redam ketakutan dan emosi. Jangan sampai emosi kita menjadi penghalang meraih kesuksesan. Pantang menyerah meski diguncang Bapak Fernando ya, Beswan Djarum.

Share :