Adapun Richard dalam karya tulisnya mengedepankan sebuah terobosan baru dalam dunia multimedia untuk memperkenalkan pariwisata dan budaya Indonesia yang dikelola secara bersama-sama antar instansi terkait, seperti Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pihak outsourcing dan berbagai vendoor pariwisata Tujuannya agar konten dan literatur tentang pariwisata dan budaya tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pengenalan dan kecintaan akan budaya Indonesia memang sangat penting ditekankan karena bila bukan kita yang memperhatikan, siapa lagi orang-orang yang akan peduli dan melestarikannya, demikian ditegaskan Richard dalam presentasinya Kamis (20/10). Sehingga harapannya, melalui aplikasi website dalam karya tulis, kedepan sarana ini mampu menjadi salah satu penarik wisatawan baik asing ataupun domestik untuk mengunjungi dan mengenal beragam kekayaan dan pariwisata yang ada di Indonesia.
Lain halnya dengan Angelina Ferawaty Siregar, asal Undip, Semarang. Ia mengetengahkan pokok karya tulisnya berupa salah satu upaya mencegah kerusakan rumput laut atau lamun dengan cara transplantasi. Metode yang dipilih ialah kultur jaringan karena dinilai cara ini dinilai lebih cepat dan efisien ketimbang konvensional.
Hasil yang ditawarkan oleh Angelina, berupa menignkatnya produksi dan kualitas lamun pun semakin baik. Tahapan akhir dari upaya ini adalah mengembalikan fungsi dan tujuan awal dari lumun sebagai pencegah terjadinya abrasi air laut dan juga sebagai tempat hidup untuk biota laut. Semua ide penulisan karya tulis Angelina berbuah pada upaya pelestarian kekayaan laut Indonesia.[Nus/Redaksi]