Sebelum memasuki jeda istirahat, para peserta masih terlihat tegang. Sementara itu nama terpilih berikutnya yakni Contardo Satria Gondokusumo diikuti Nur Eliza Faizaty, keduanya berasal dari IPB.
Contardo Satria Gondokusumo menyuguhkan presentasi yang bertujuan untuk mengangkat peningkatan gizi bagi masyarakat Indonesia dengan judul 'Keju Nabati Berbahan Dasar Susu Kedelai untuk Meningkatkan Kecukupan Gizi Masyarakat Indonesia'. Melihat realita di Indonesia, Contardo membuat karya tulis ini dengan sumber masalah apakah bisa membuat keju dari susu kedelai? Contardo juga mengangkat bagaimana alur pembuatan Keju dan juga melihat Keju Nabati ini sebagai makanan bergizi yang potensial untuk masyarakat Indonesia. Menurutnya, keju nabati bisa menjadi masa depan pangan bergizi tinggi bagi semua masyarakat Indonesia.
Sementara itu, bagi Nur Eliza Faizaty berpendapat, sektor kreatif tidak kalah penting untuk memajukan masyarakat Indonesia. Mahasiswa IPB tersebut mengangkat judul karya tulis 'Argoindustri Kreatif sebagai Pembangunan Ekonomi yang Berdaya Saing dan Solusi Ketersediaan Lapangan Kerja'. Ia prihatin dengan keadaan ekonomi Indonesia yang sempat kacau. Pertumbuhan ekonomi yang rendah, angka pengangguran tinggi, serta daya saing industri lemah menjadi landasan dalam pembuatan karya tulisnya.
Menurut Nur Eliza, kreatifitas bisa menciptakan kemajuan Ekonomi. Rencana pembangunan yang dimaksud Nur adalah pengembangan kreatif berdasarkan kerajinan unggulan pada setiap daerah, misalnya rotan. Sehubungan dengan beberapa pernyataan yang dilontarkannya, Nur Eliza sempat mendapat "serangan" dari salah seorang dewan juri. Namun Eliza mampu mempertahankan argumentasinya didepan dewan juri. Salah satu jawaban terkuatnya berupa penjelasan keuntungan dari argoindustri kreatif ini, diantaranya menciptakan lapangan kerja dan mengolah hasil bumi secara baik.
Sangat menarik, peningkatan Gizi dan sektor kreatif menjadi acuan mereka demi mewujudkan Indonesia lebih baik.[Dimas/Nus/Redaksi]