Visual, baik gambar maupun video, memiliki peran dalam sebuah presentasi. Visualisasi yang tepat bisa membantu proses penyampaian pesan. Sebaliknya, visualisasi yang tidak tepat akan menggagalkan pesan kunci yang hendak disampaikan. Misalnya saja, ketika membahas tentang banjir. Hendaknya tidak menampilkan gambar tumpukan sampah di pinggiran air. “Kalau mau bicara banjir, sebaiknya tampilkan gambar banjir. Efek dari gambar tersebut akan lebih terasa dan mengena ke audiens,” ujar Rosiana. Sebelumnya, ada kelompok yang mengkampanyekan makan singkong sebagai salah satu bahan makanan pokok. Visual yang ditampilkan dianggap tidak menarik karena tak ada gambar makanan yang terbuat dari singkong. “Kalau gambarnya singkong masih ditanam atau masih mentah, apakah audiens akan tertarik untuk mencoba makan singkong sebagai makanan pokok?” tanya Rosiana. Rosiana menyarankan, visual yang digunakan sebaiknya berupa gambar makanan yang terbuat dari singkong. Cari sebanyaknya dan pilih yang terlihat lezat. Hal tersebut akan lebih menarik minat audiens untuk mencoba makan singkong. Dalam hal ini, Rosiana mengingatkan kembali akan materi mengenai communication, di mana visual memiliki efek pengaruh yang kuat dalam sebuah presentasi. Tidak hanya itu, visual juga mempersingkat dan memperjelas pesan kunci yang hendak disampaikan oleh pembicara.