Sepuluh peserta Beswan Djarum saling bersaing untuk menjadi tiga terbaik dalam LKT Regional Semarang. Sejak pagi mereka sudah bersiap untuk melakukan presentasi di depan dewan juri yang akan mengkritisi karya tulis yang telah mereka buat. Acara hari itu dibuka oleh sambutan Bapak Handjoyo selaku Manager Marketing Djarum Beasiswa Plus Regional Semarang. Dalam sambutannya, Bapak Handjoyo mengungkapkan, dalam LKT ini kami tidak hanya memberikan sebuah pembelajaran tapi juga ini bisa menjadi bekal untuk masa depan mereka.
Peserta pertama yang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan karya tulisnya adalah Karno. Beswan Djarum dari Universitas Muria Kudus ini membuat karya tulis dengan judul Potensi Ekstrak Biji Mimba sebagai Pestisida Nabati dan Strategi Pengembangannya. Dalam presentasinya, Karno menyoroti Pestisida nabati mimba yang ramah lingkungan namun tidak membunuh hama secara cepat. "Pestisida ini hanya mengganggu hama pada proses metamorfosa dan juga proses reproduksinya.", ungkap Karno.
Para juri menyambut baik karya tulis yang dibuat Karno, menurut salah satu juri, Profesor Sudharto P Hadi, ide karya tulis ini sudah bagus dan menarik." Ini ide yang sangat menarik karena kamu mahasiswa dari sistem informasi tetapi mampu membuat karya tulis mengenai pestisida" ungkap Prof. Sudarto.
Setelah Karno, peserta selanjutnya yang tampil adalah Uswatun Hasanah. Mahasiswi STAIN Purwokerto ini mengangkat tema Reinterpretasi pendayagunaan Ziswaf sebagai alternatif pengentasan kemiskinan di Indonesia. Karya tulis karya uswatun ini menyoroti mengenai kemiskinan yang ada di Indonesia dan dia mencoba memberikan solusi melalui pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqoh dan Wakaf (Ziswaf). (Tauhid / redaksi)