Kemajuan bangsa saat ini patut didukung oleh semua elemen. Utamanya pemuda, khususnya bagi mereka yang berstatus sebagai mahasiswa sebagai pemegang estafet berikutnya bagi kemajuan bangsa itu sendiri. Namun sayangnya kepekaan untuk mendukung kemajuan itu semakin lama semakin menurun, sejalan kian menurunnya daya juang dan daya untuk mempertahankan budaya dan ciri khas bangsa Indonesia. Dengan kata lain budaya dan ciri khas tersebut sudah tidak popular lagi di kalangan pemuda dan mahasiswa khususnya. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan bagi Beswan Djarum Kudus (beswanKu) T.A 2010 untuk mengadakan acara Presentation Contest 2010 di gedung Rektorat lantai IV UMK, Senin 10/05 kemarin. Menurut ketua panitia Presentaion Contest, Ady Abdul Chakim,acara yang mengusung tema Kebanggaan Berbangsa dalam Kekayaan dan Keragaman Indonesia ini bertujuan untuk menumbuhkan kepekaan pemuda untuk memajukan bangsa Indonesia. Hal ini berangkat dari keresahan yang dimiliki oleh sejumlah mahasiswa yang menilai pemuda Indonesia saat ini , rasa kecintaan kepada Indonesia semakin luntur. Hal itu ditandai dengan beberapa indicator, baik dari merealisasaikan aspek katahanan dan keamanan, politik, ekonomi dan budaya di Indonesia. Hal inilah yang juga banyak disampaikan para peserta presentasi. Eksploitasi kekayaan alam Indonesia serta klaim pihak asing atas budaya Indonesia adalah karena lunturnya kecintaan akan kekayaan yang dimiliki Negara ini. "Contoh saja budaya. Sekarang budaya Indonesia sudah tak lagi dengan karakter yang dimiliki puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Sebab para pemuda sekarang tak lagi mengenal budaya yang dimiliki bangsa ini. Mereka mengalami krisis identitas," jelas Ady di sela-sela acara. Selain itu, terkait dengan aspek lainnya misalnya pertahanan dan keamanan, ekonomi yang semakin lama semakin dikuasi oleh korporasi asing, serta perpolitikan yang sedang dalam chaos ini, dia berharap kepada peserta akan muncul ide-ide cemerlang yang mampu menajdi alternative dalam penyelesaian problem tersebut. Acara yang diikuti sebanyak sembilan peserta dan dimeriahkan oleh sekitar 50 penonton ini diikuti mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi di Kabupaten Kudus. Hadir sebagai dewan Juri adalah Saekhan, Dosen STAIN Kudus, Yusuf, Dosen UMK, dan Yudi, perwakilan dari PT. Djarum. Adapun teknis pelaksanaan adalah perserta mempresentasikan materi di depan dewan juri dan peserta lain. Waktu yang diberikan selama 25 menit. 15 menit untuk presentsi dan 10 menit untuk tanya jawab, baik dari dewan juri maupun peserta lain. Dan yang tampil sebagai juara pertama adalah perwakilan dari STAIN Kudus. Secara umum acara tersebut berjalan lancar dan meriah. Dalam sambutan tarkhirnya, Saekhan manilai bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif. Selain melatih beradu argument, juga diharapkan mampu menumbuhkan ide-ide kratif di kalangan mahasiswa.
Adi Purnomo, Ketua Devisi III Beswan Djarum Kudus 2010