Usai Medan dan Palembang, Djarum Bakti Pendidikan - Road to Campus yang merupakan rangkaian workshop/seminar untuk mahasiswa–mahasiswa diluar para penerima beasiswa Djarum menyambangi kota Bandung, tepatnya di Kampus Universitas Padjajaran. -------------------------
Lima belas Juli 2009 “Djarum Bakti Pendidikan Road to Campus (RTC)“ bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan Workshop/Seminar Entrepreneurship. Acara ini menarik minat para mahasiswa di Unpad dan kampus–kampus lainnnya di Bandung seperti Unisba, UPI, Widyatama dan lain–lain. Mahasiswa yang mendaftar untuk menjadi peserta hampir 200 orang, tetapi karena keterbatasan tempat setelah dilakukan seleksi peserta ditentukan hanya 120 orang. Hal ini juga agar lebih fokus dalam penyelenggaraannya.
Materi yang Disampaikan Dibuka dengan presentasi CSR PT. Djarum yang disampaikan oleh Bapak Moechammad Budi Santoso yang berlanjut dengan penyerahan plakat dari PT Djarum yang diserahkan oleh Bapak Soewarno M.Serad yang diterima oleh PR III Universitas Padjadjaran.
Materi pertama yang disampaikan adalah “Entrepreneurship di Kampus“ yang disampaikan oleh Aditya Salya, SE, MBA dengan Erman Arif Sumirat SE,Mbuss sebagai pemandu para pembicara. Materi yang memaparkan bagaimana mempersiapkan wirausaha–wirausaha dari kampus ini menawarkan mindset lulusan perguruan tinggi untuk menjadi “Job Makers“ tidak hanya menjadi “Job Seekers“. Pada sesi ini sempat disampaikan data wirausaha di Indonesia yang hanya sekitar 0,8%, padahal idealnya dengan jumlah penduduk hampir 200 juta, Indonesia harus mempunyai wirausaha diatas 4% dan ini akan membuat rakyat sejahtera.
Tak cukup dengan membuka mindset wirausaha, langkah-langkah untuk merealisasikan wirausaha disampaikan pula. “Regulasi Membuat Sebuah Badan Usaha“ yang disampaikan oleh Derry Septiadi dari KADIN Jawa Barat serta “Dunia Perbankan“ yang disampaikan oleh Vicky Fitradi pemimpin cabang Bank Saudara menjadi materi workshop yang semakin memperlengkap materi pelatihan. Derry Septiadi memberikan penjelasan kepada para peserta mengenai regulasi dalam membuat sebuah badan usaha yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Sementara itu agar peserta mengetahui informasi yang benar tentang permodalan usaha, informasi tentang permodalan lewat perbankan diberikan Vicky Fitradi. Hal ini menjadi penting mengingat ketidaktahuan tentang permodalan adalah salah satu faktor yang selalu menjadi hambatan untuk seseorang melakukan kegiatan wirausaha. Di bagian lain, Budi Hadiwarsito memberikan materi tentang “Marketing & Selling Skills“. Di sesi ini dikenalkan bagaimana seorang wirausahawan memasarkan dan menjual produknya
Siang hari, adalah sesi pembicara Abah Iwan Abdurachman, salah satu seniman yang punya segudang karya. Materi yg disampaikan adalah tentang karakter yang harus dimilki oleh seorang enterpreneur antara lain; seorang wirausaha harus “respect“ dan “aware“ terhadap lingkungannya sehingga dapat melihat peluang–peluang yang ada dan senantiasa harus selalu menambah pengetahuannya belajar dan belajar sehingga bisa selalu inovatif dan kreatif dalam menjalankan usahanya. Dan yang menarik pada sesi ini adalah Abah Iwan menyanyikan lagu–lagu gubahannya.
Sesi siang berlanjut dengan meghadirkan pelaku industri kreatif di Bandung, Dendy Darman pemilik distro clothing 347 yang berbagi cerita mengenai awal mulanya dia menjadi seorang wirausaha. Materi disampaikan dalam suasana yang tidak formal dengan gaya dan bahasa anak muda. Workshop ditutup dengan pemaparan wakil HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), IR Dede Sumitro, Ketua HIPMI Jawa Barat, yang memaparkan tentang peran HIPMI dalam melahirkan entrepreneur–entrepreneur muda dan kegiatan inkubator bisnis di kampus–kampus atau yang dikenal dengan program HIPMI PT .
Apa yang disampaikan dalam workshop secara keseluruhan dikemas sangat menarik agar para peserta sekali lagi menyadari bahwa untuk menjadi seorang pengusaha bukan hal yang susah, bagi para mahasiswa sekalipun. Diharapkan usai worksop ini para peserta berubah mindsetnya dari “job seekers“ menjadi “job makers“ .
Nia Kardin - Kai Sadhana