"The entrepreneur always searches for change, responds to it, and exploits it as an opportunity " Peter Drucker
Sebuah penelitian menunjukkan bahwasanya sebuah negara baru bisa maju apabila negara tersebut telah memiliki minimal 2% pengusaha dari total penduduknya. Dalam hal ini, Indonesia baru memiliki 0.18 % dari populasi sekitar 230 juta penduduk. Jumlah ini sangat terpaut jauh dengan negara-negara seperti Amerika yang memiliki sekitar 11.5 % pengusaha atau Singapura yang memiliki 7.2 % wirausahawan. Maka tidaklah mengherankan bila pemerintah kini cukup gencar menghimbau masyarakat untuk berwirausaha.
PT. Djarum sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia turut peduli dalam membangun motivasi untuk berwirausaha, khususnya kepada para generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang. The Spirit of Entrepreneurship adalah acara yang diadakan oleh PT. Djarum untuk memotivasi para mahasiswa agar berani mengambil pilihan menjadi pengusaha daripada menjadi seorang karyawan. Setelah diadakan di Pontianak dan Lampung, kini kota Bandung mendapat kesempatan untuk mengadakan acara ini. Bertempat di Universitas Pendidikan Indonesia, acara ini diikuti oleh sekitar 100 orang peserta dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Bandung. Selama dua hari, peserta mendapatkan begitu banyak ilmu tentang kewirausahaan dari Bapak Budhi Hendarto.
{pic5:left}Hari pertama dilalui peserta dengan materi awal tentang kewirausahaan sehingga mereka mendapatkan gambaran tentang perbedaan dunia wirausaha dan dunia kerja para karyawan. Setelah itu, para peserta mendapatkan kesempatan untuk praktek berdagang di lingkungan kampus UPI. Untuk praktek ini, para peserta dibagi kedalam beberapa kelompok, lalu mereka dibagikan barang-barang yang dapat mereka jual dengan waktu yang sangat terbatas. Dengan keterbatasan produk dan waktu, peserta dituntut untuk mendapatkan omset semaksimal mungkin. Hal ini secara tidak langsung merangsang kreativitas peserta agar bisa memaksimalkan segala potensi yang mereka miliki. Sebelum rangkaian kegiatan hari pertama diakhiri, para peserta diberikan materi tentang kekuatan pikiran dari berpikir positif. Mereka “ditantang” untuk dapat memecahkan keramik dengan menggunakan lampu. Mungkin selama ini kita akan mengira bahwa pastilah lampu yang akan pecah bila dijatuhkan ke atas keramik. Namun sore itu mereka membuktikan bahwa hal yang terjadi justru kebalikannya, keramiknyalah yang pecah.
Hari kedua, Pak Budhi memandu para peserta untuk dapat mengetahui karakter dalam diri mereka masing-masing dan bagaimana cara mengontrol dan memaksimalkan potensi dari tiap-tiap karakter. Beliau juga banyak menceritakan kisah-kisah sukses para pengusaha yang tentunya dapat menginspirasi peserta untuk berwirausaha. Tidak lupa pula peserta diberikan materi bernegosiasi yang tentunya akan sangat diperlukan ketika mereka menjadi pengusaha.
Rangkaian acara selama dua hari ditutup dengan sebuah renungan yang disampaikan langsung oleh Bapak Budhi Hendarto. Renungan ini dilakukan didalam ruangan yang tertutup dan tanpa ada cahaya sedikit pun. Beliau mengajak para peserta untuk bisa merenungi kembali apa yang telah mereka perbuat, dosa-dosa mereka, dendam-dendam mereka, sekaligus menanamkan tekad disanubari mereka bahwa mereka harus berubah. Para peserta sangat terpengaruh secara emosional, mereka menangis dan berteriak untuk melepaskan emosi-emosi negatif yang selama ini terpendam di hati mereka. Para peserta sangat terkesan dengan diadakannya acara ini, dan merekapun telah berjanji bahwa dua tahun lagi mereka akan berlibur bersama ke Bangkok dengan hasil jerih payah mereka sendiri. Semoga acara ini dapat memotivasi mereka dan orang-orang disekitarnya untuk berwirausaha dan menjadi insan yang mandiri.
Be an Entrepreneur!!!
Rezki Handayani – Beswan Djarum Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia