Salah satu ruangan di Hotel Gran Serela, Bandung, sontak dipenuhi aroma petai ketika Muhammad Fajar Satria membawakan presentasi. Tak heran, sebab Fajar membawa petai sebagai alat peraga dalam presentasinya yang berjudul Parkia Bread Sebagai Alternatif Sumber Antioksidan Bagi Tubuh Manusia. Beswan Djarum asal ITB ini mempresentasikan materinya tentang roti parkia yang berasal dari petai. Kenapa petai? Petai terbukti bisa jadi bahan antioksidan yang bagus bagi tubuh. Apalagi harganya masih cukup terjangkau. Pilihan Fajar untuk mengubah petai menjadi roti juga punya alasan kuat. Menurutnya banyak orang Indonesia suka makan roti di berbagai kesempatan. Mulai dari sarapan, cemilan, sampai menyertakan roti dalam menu makan malam. Soal aroma petai pun bisa diatasi. Fajar menjelaskan kalau aroma petai bisa dinetralkan dengan beberapa proses tertentu sehingga roti tersebut tak beraroma khas petai lagi. “Dengan demikian orang yang tak suka petai pun mau makan roti ini. Kandungan antioksidan petai sudah terbukti baik bagi tubuh,” ujar Fajar. Meski terbilang unik, ide ini mendapat beberapa kritik dan saran dari para juri yang terdiri dari Ir. Marleen Sunyoto M. Sc (Universitas Padjadjaran), Dr. Ir. Pulung Nurprasetio (ITB), Syauqy Lukman S.Sos, MSM (Universitas Padjadjaran). Para juri menilai kalau ide ini harus lebih digarap lebih cermat lagi. “Ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Misalnya, patut diperhitungkan juga perbandingan antara jumlah kalori dan zat antioksidan yang masuk ke tubuh jika mengkonsumsi roti parkia. Tapi ide ini bagus kok,” imbuh Ir. Marleen Sunyoto M. Sc.