Setelah sukses menggelar Character Building Batch 1, kini kegiatan Character Building Batch 2 kembali digelar. Di hari pertama para Beswan Djarum mengikuti Cultural Visit dengan mengunjungi Saung Angklung Udjo. Sejak awal kedatangan, mereka terlihat antusias untuk mengetahui semua hal tentang angklung, alat musik yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia.
Beswan Djarum memperhatikan setiap sesi materi yang disampaikan, terlebih saat kehadiran Pak Rahmat. Beliau adalah seorang pembuat angklung yang telah berpengalaman selama 35 tahun. Seluruh isi ruangan terkesima melihat beliau yang sedang mendemonstrasikan pembuatan angklung dalam waktu sangat singkat. Kekaguman tersebut semakin terasa saat beliau mulai memainkan alat musik tradisional Jawa Barat tersebut
Suasana semakin seru ketika satu persatu Beswan Djarum diberikan sebuah angklung dan diajarkan bagaimana cara mengalunkannya. Mereka terlihat bersemangat dan antusias saat membawakan lagu You Raise Me Up dari Josh Groban secara serempak menggunakan Angklung. Para Beswan Djarum sangat fokus memperhatikan setiap instruksi yang diberikan oleh Dewi, instruktur cantik yang saat itu berdiri di atas panggung. Tidak hanya lagu-lagu pop, Hymne Beswan Djarum pun mereka mainkan dengan baik. ”Acaranya seru dan menarik karena kita bisa belajar Angklung dan memainkan lagu-lagu yang sudah terkenal. Saya tidak menyangka ternyata bisa juga memainkan alat musik tradisional Indonesia ini”,ungkap Ivan Beswan Djarum dari Universitas Sumatra Utara (USU).
Acara Cultural Visit malam itu ditutup dengan lagu-lagu dan tarian oleh seluruh Beswan Djarum. Meraka berkumpul dipanggung menari dan bernyanyi ditemani para penari cilik dari Saung Angklung Udjo. Kegembiraan dan ekspresi rasa bangga terpancar dari raut para Beswan Djarum ketika menutup acara kunjungan di Saung yang telah berdiri sejak tahun 1966 ini. "Saya seneng sekali dengan acara Cultural Visit di Saung Angklung Udjo ini, banyak pengetahuan serta pengalaman yang saya dapatkan, salah satunya adalah cara bermain Angklung", ungkap Hani, Beswan Djarum dari Universitas Syahkuala Aceh. (Tauhid / Redaksi).