Keduabelas finalis siap berjuang demi titel dan uang tunai yang ditawarkan jika menjadi juara Writing Competition 2013. Tiap peserta sudah punya rencana seandainya jadi juara Writing Competition 2013.
Theodorus Radja Ludji dari Unika Soegijapranata sudah punya rencana untuk meneruskan studi S2 andai ia menang. Tak hanya uang, titel juara Writing Competition memiliki gengsi tersendiri baginya. Senada dengan Theodorus, Tegar Succliftom dari ITS juga berniat melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi dengan uang hadiah dari Writing Competition.
Ia juga berencana membeli barang yang bisa menunjang kesehariannya, misalnya motor. Soal barang keperluan, Mohammad Ali Akbar dari Universitas Diponegoro punya bayangan ingin membeli sebuah komputer dengan spesifikasi mumpuni.
Alasannya, bidang studi yang ia geluti membutuhkan hal tersebut. Ada pun Stephanie Angka dari IPB yang berniat menabung uang tersebut. Ia masih memikirkan apakah digunakan untuk melanjutkan studi atau membuka usaha sendiri. Stephanie memang punya impian memiliki usaha yang bergerak di bidang makanan sehat. William Hartono dari ITB punya bayangan lain. Ia berniat menabung tapi akan menyisihkan anggaran khusus untuk merayakan kemenangan. Baginya, kemenangan tersebut patut untuk disyukuri bersama orang-orang terdekat. “Itu kan seandainya juara, kalau pun tidak ya sudah. Pengalaman yang didapat selama mengikuti Writing Competition merupakan hal yang patut disyukuri,” imbuh William menjelang Final Nasional Writing Competition di Hotel Peninsula, Jakarta (03/10/2013).