Jika diminta untuk menggambar pemandangan, kira – kira gambar seperti apakah yang akan kalian buat?
Apakah kira – kira ada dua buah gunung dengan bentuk segitiga lancip, kemudian ditengahnya terdapat matahari pagi yang mengintip diantara dua gunung tersebut, diatasnya ada awan-awan dengan sekawanan burung yang terbang di angkasa berbentuk seperti angka 3 tidur. Ada juga jalan raya, sawah berjajar berkotak-kotak di tepi jalan dengan tanaman padi yang berbentuk seperti huruf V berderet-deret, serta rumah mungil pun menghiasi coretan gambar pemandangan tersebut.
Stereotype pemandangan seperti itu yang selalu tertancap erat di ingatan anak-anak Indonesia ketika hendak disuruh mengambar pemandangan. Gambar pemandangan ya gambar dua buah gunung, ada matahari, jalan, sawah, rumah, awan, burung. Dan ajaibnya pola gambar pemandangan seperti ini awet dan senantiasa terjaga kelestariannya hingga saat ini.
Para Peserta RTC Makassar 2012 seakan tersentak ketika Pak Haryo Ardito, selaku pemateri, menyadarkan mereka akan kecenderungan mengikuti sebuah pemikiran yang sudah terpola sejak dahulu kala. Faktor seperti itulah yang akhirnya akan menghambat, bahkan mematikan pikiran – pikiran kreatif yang dimiliki otak.
Dalam sesi Unleashing Creative Mind, yang juga menjadi tema RTC Makassar 2012 tersebut, Pak Haryo menggugah kesadaran peserta untuk mencoba berpikir out of the box, dan tidak ragu untuk mengeluarkan setiap ide – ide kreatif yang mereka miliki. Peserta diajak mencoba menyeimbangkan kemampuan otak kiri yang mewakili logika dan analisa dengan otak kanan yang mewakili kreatifitas dan spontanitas. "Banyak ide – ide hebat tak pernah terwujudkan hanya karena selama ini kita terlalu mengutamakan otak kiri dengan analisa – analisa logikanya." Ungkap Pak Haryo.
"Analisa memang sering membunuh ide, namun ide tanpa analisa juga berbahaya. Hal yang paling tepat adalah memaksimalkan otak kiri dan otak kanan kita secara seimbang." Jelas Pak Haryo pada sesi yang digelar sebelum Workshop I ini. Pak Haryo menegaskan bahwa 'Keseimbangan Otak' berarti membiarkan ide – ide kreatif dari otak kanan bermunculan untuk kemudian diseleksi lewat analisa otak kiri.(yoga/redaksi)