Seribu Satu Jalan Untuk Jadi Kreatif di PSBK

Senin, 4 Maret 2013 | Oleh
Share :

Daya kreasi manusia tak mengenal batas. Bahkan ketika salah satu anggota tubuh sedang tak berfungsi, kita tetap bisa berkreasi. Hal itu dialami oleh Luqmanul Hakim, salah satu finalis Lomba Karya Tulis Beswan Djarum ketika menjalani workshop di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK). Saat itu, tangan kiri Luqman sedang mengalami cedera akibat kecelakaan. Meski cedera, Luqman tetap aktif mengikuti semua kegiatan berbasis seni dengan baik. Mulai dari drama hingga tarian. Banyak yang bisa dipelajari di sini, namun satu hal yang berkesan baginya, yakni kreatif tak mengenal batasan. "Saya sempat ragu ketika pertama sampai tempat ini. Lha wong tangan sedang cedera seperti ini kok disuruh nari," kata Luqman dengan logatnya yang khas Surabaya. Kekhawatiran Luqman sirna ketika ia bertemu dengan para mentor yang menghargai keterbatasannya. Para mentor membuat gerakan yang memungkinkan Luqman berperan dan terlihat oleh penonton.

"Saya merasa tak dipinggirkan di sini. Kreatifitas pasti menemukan jalannya di tempat ini," ungkap Luqman. Hal serupa terjadi pada kelompok yang bermain pantomim saat malam pentas seni. Ketika berlatih, ada yang mengusulkan gerakan tidur. Asita sebagai narasumber dengan disiplin ilmu pantomim, tidak membantah ide tersebut. Tapi ia menambahkan hal lain kepada gerakan tidur tersebut hingga terlihat lebih aktif dan indah. "Saya berterimakasih karena telah diajarkan banyak cara untuk kreatif. Meski awalnya heran karena harus ikut workshop seperti ini, tapi akhirnya saya merasa semua materi yang didapat akan berguna,” imbuh Arry, peserta dari Surabaya.

Share :