Show Must Go On

Jumat, 20 September 2013 | Oleh
Share :

Penampilan Rissa Devina menuai pujian para juri Writing Competition 2013 Regional Semarang. Bukan semata karena materi yang dibawakannya, tapi lebih ke caranya menyikapi perangkat elektronik pendukung presentasi yang tiba-tiba mati di tengah jalan. Beswan Djarum asal Universitas Jendral Soedirman ini tetap terlihat tenang membawakan presentasinya yang berjudul Pemanfaatan Bekatul Pada Pembuatan Roti Tawar Tinggi Serat Kaya Antioksidan Sebagai Alternatif Pangan Fungsional Pencegah Penyakit Degeneratif. Sikap tenangnya menyedot perhatian para juri. Sebagai ganti proyektor yang mati, ia menggunakan papan tulis untuk menjelaskan mengenai kandungan antioksidan dalam bekatul. Cara ini rupanya manjur sehingga para juri dan audiens yang hadir tak kesulitan memahami berbagai istilah dan rumus teknis yang ada dalam presentasinya. Terlebih di sesi tanya jawab ia bisa mempertahankan materinya dengan baik. Semua pertanyaan para juri bisa dijawab dengan tenang. “Saya tak mau bikin malu diri sendiri dengan berdiam diri saja ketika laptop tiba-tiba mati. Saya tak mau pasrah dan menyerah pada keadaan. Tapi saya takut kalau kejadian ini malah mengurangi penilaian juri,” kata Devina setelah membawakan presentasi di final regional Semarang (20/09/2013). Untungnya para juri menyatakan kalau kejadian tersebut tak mempengaruhi penilaian mereka terhadap dirinya. Bahkan ia dinilai telah mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan presentasinya. Sayangnya ia harus bisa menerima kalau dirinya belum terpilih menjadi wakil Semarang di Final Writing Competition Tingkat Nasional. “Sedih tapi bisa menerima. Yang penting sudah berusaha maksimal,” ucapnya singkat.

Share :