Dalam mempersiapkan sebuah karya tulis, pengamatan terhadap data sangatlah penting. Mendatangi dan berhubungan langsung dengan data sangat diperlukan - meski itu berarti datang ke tempat yang biasanya dijauhi masyarakat. Itu yang dilakukan Beswan Djarum dalam menghadapi Final Writing Competition regional Jakarta.
Rico Andrean William, Beswan Djarum asal Universitas Tanjung Pura (Untan), Pontianak, misalnya. Demi mempersiapkan karya berjudul "Bensin dari Sampah Plastik Jenis Polietien melalui Perengkahan Katalitik Menggunakan Ni/Si dari Sampah Kaca", dia rela mendatangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Saya memperhatikan tumpukan sampah plastik yang tingginya mencapai tiga meter di TPA Pontianak, kemudian memanfaatkannya untuk menjadi bahan penelitian untuk karya ini. Saya juga memanfaatkan sampah kaca yang sudah tidak bermanfaat untuk diubah menjadi katalis,” ungkap mahasiswa Jurusan Kimia ini.
Pengamatan langsung kepada data juga dilakukan rekan satu kampus Rico, Rocky Aldinomera. Untuk membuat karya berjudul "Tepung Berserat Tinggi Berbahan Baku Lamun sebagai Alternatif Pangan dari Laut untuk Meningkatkan Gizi Masyarakat", Rocky mendatangi beberapa tempat pengolahan Lamun (sejenis tanaman yang ada di laut). "Saya sebenarnya tidak suka menulis. Namun entah kenapa, begitu ada Writing Competition ini, saya bertekad dan memiliki niat untuk mengikuti kompetisi ini dan mulai mencari ide yang akan saya tulis. Akhirnya, pilihan ide itu jatuh ke tanaman Lamun yang banyak ditemukan di Pontianak," ungkap Rocky bangga.
Berdasar pengalaman menulis dan terpilih menjadi 10 besar dalam Final Writing Competition regional Jakarta, Rico dan Rocky berharap agar peserta Beswan Djarum 28 lebih menggali ide-ide yang mereka punya mulai dari sekarang. “Saya berharap adik-adik angkatan 28 lebih kreatif lagi dalam mengambil tema serta memunculkan inovasi-inovasi baru dalam Writing Competition tahun depan,” pungkas Rico.