Solusi Sederhana Untuk Indonesia

Rabu, 18 September 2013 | Oleh
Share :

Hal besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Demikian pula materi yang dibawakan oleh sepuluh peserta saat final Writing Competition 2013 di Jakarta. Semua berawal dari ide sederhana yang dapat membantu kemajuan bangsa. Untungnya, karya tersebut tak berhenti sampai di ruang presentasi. Karya tersebut akan terus dikembangkan hingga bisa diaplikasikan dengan sempurna di kehidupan nyata.

Hal ini terungkap ketika para juri bertanya, “setelah ini mau diapakan presentasi kalian?” Para peserta serta merta menjawab kalau karya mereka akan terus dikembangkan. Bagi mereka, karya-karya tersebut bisa jadi solusi bagi bangsa. Simak saja penuturan Rizky Kurnia Wijaya, Beswan Djarum asal Universitas Lampung. Ia berencana akan memperbaiki kekurangan pada karyanya yang berbasis sistem operasi Android. Ia berharap karya tersebut bisa diaplikasikan dengan tujuan mengenalkan pahlawan dan budaya Indonesia dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Ada juga Ade Prasetyo Agung dari Universitas Andalas yang membawakan tentang potensi kodok lokal sebagai obat anti kanker. Ia optimis kalau kodok lokal yang mudah ditemui bisa jadi senjata melawan kanker. Keyakinan tersebut didasari pada percobaannya terhadap potensi kodok lokal melawan bakteri. “Beberapa bakteri bisa dilawan dengan sesuatu yang mudah ditemui di keseharian. Jadi saya ingin mencoba meneliti efeknya terhadap kanker. Kalau proyek ini berhasil, ini akan jadi hal hebat tak cuma untuk bangsa, tapi juga dunia,” ujar Ade. Tak sekedar harapan, karya Yayang Rusdiana dari Universitas Lampung yang berjudul Aplikasi Stiring Engine Pada Mobil Cooler Yang Ekonomis Dan Ramah lingkungan Untuk Pendinginan Produk Kelautan Indonesia sudah diminati orang lain. Meski judulnya rumit, penerapan karya Yayang ternyata cukup sederhana. Tak heran ia sudah mendapat tawaran untuk memproduksi karyanya. Tapi hal tersebut ditolak oleh Yayang dengan alasan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi pada karyanya. Ia ingin produknya sempurna. “Kalau sudah sempurna, pasti saya mau memproduksi karya ini,” imbuh Yayang.

Share :