Tampaknya Beswan Djarum regional Bandung senang dengan ide pengembangan biofuel, ini terlihat dalam LKT Bandung dimana pada presentasi kedua Ditta dari UPI mengangkat potensi limbah nanas sebagai biomassa untuk mengatasi kelangkaan BBM. Dalam presentasi kelima ada Irfan Nursetiawan dari Universitas Siliwangi yang mengangkat tema minyak kelapa atau cocos nucifera fermentasi sebagai alternatif bahan bakar minyak tanah dan gas elpiji.
Masing-masing mengaku bahwa bahan bakar alternatif dengan ide mereka dijamin lebih efektif, murah, dan aman untuk digunakan. Bahkan Irfan sempat mengatakan dalam presentasinya, bahwa minyak kelapa lebih tahan lama, sekitar satu bulan sebelum akhirnya sudah tidak layak pakai.
Masih ada hubungannya dengan minyak-minyakan, Khoerunnisah dari Universitas Langlangbuana mengambil judul LKT 'Pemanfaatan Limbah Akar Wangi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kertas Seni Pada Industri Kecil Minyak Wangi'. Bedanya, Khoerunnisah lebih memfokuskan kepada ampas atau limbah dari industri minyak Akar Wangi yang tidak terpakai. Menurutnya hal ini dapat menambah variasi dalam kertas seni dengan tekstur Akar Wangi, selain juga menghasilkan uang. Tehnik pembuatannya pun mudah, dan hampir sama dengan proses pembuatan kertas seni lainnya.
Memang kelihatan, bahwa ide dari Khoerunnisah lebih praktis dan dapat dimanfaatkan dengan segera, sedangkan minyak kelapa sebagai alternatif minyak tanah dan gas elpiji masih memerlukan banyak penelitian. Terutama karena massa yang berbeda antara minyak dengan gas.[jo/redaksi]