Character Building Batch 2 yang ditutup oleh Bapak Haryo Ardito selaku motivator meninggalkan kenangan tersendiri bagi Beswan Djarum. Pada sesi evaluasi, mereka saling meminjam punggung antar teman dalam satu barisan. Kemudian para Beswan Djarum mulai menuliskan hal positif dan hal negatif dari diri mereka masing-masing pada kertas yang berbeda. Selanjutnya mereka pun membentuk formasi lingkaran dan berdiri saling berhadapan untuk membacakan isi dari kertas yang telah ditulis tersebut secara bergiliran. Beberapa di antara mereka menangis haru saat prosesi renungan ini.
Titik keunikan pada sesi ini adalah ritual ketika seluruh Beswan Djarum selesai membacakan apa yang mereka tulis. Pak Haryo Ardito memberikan arahan untuk membuang kertas berisi hal-hal negatif ke api unggun yang ada didepan mereka. Suasana haru di tengah gelapnya malam hutan Cikole pada saat itu semakin lengkap dengan temaram cahaya lilin yang dipegang oleh masing-masing Beswan Djarum.
"Saya terharu ketika mendengar hal negatif yang ada pada diri saya dibacakan teman disebelah Saya dan dia memberikan nasehat kepada Saya", ungkap Eva Susanti Beswan Djarum Asa Universitas Mulawarman.
Keharuan itu tidak berlangsung lama. Pasalnya setelah sesi motivasi usai, mereka larut dalam keceriaan tatkala 8coustic Band mulai melantunkan tembang-tembang pop khas anak muda. Seolah tak mau kalah, para Beswan Djarum pun dengan aktif turut unjuk kebolehan di atas panggung. Riuh penonton yang tidak lain adalah juga Beswan Djarum, menyambut hangat aksi tersebut dengan ikut menyanyi dan berjoget bersama. Empat hari selama Character Building berlangsung, benar-benar menjadi moment yang tidak akan terlupa bagi seluruh Beswan Djarum.
"Saya seneng sekali mengikuti kegiatan Character Building ini, karena selain melatih fisik dan mental, kegiatan ini juga membuat saya lebih percaya diri, terima kasih buat Djarum Beasiswa Plus yang sudah membuat acara luar biasa seperti ini," ungkap Rahmat Beswan Djarum asal Universitas Riau. (Tauhid / Redaksi).