Tantangan Saat Telusuri Hutan Cikole

Selasa, 7 Februari 2012 | Oleh
Share :
Menelusuri hutan di kala terang itu biasa, namun menjadi luar biasa saat kita berani menyusurinya ketika malam tiba. Suasana gelap hutan Cikole menjadi tantangan berikutanya pada sesi Caraka malam. Keberanian menjadi satu-satunya senjata bagi Beswan Djarum untuk berjalan tanpa dibekali penerangan apapun. Batch 2 semakin menantang untuk ditaklukkan karena gerimis yang turun membuat track Caraka Malam yang harus mereka lalui menjadi licin. Hanya dengan jas hujan yang telah disiapkan panitia, mereka berjalan satu persatu melewati jalan setapak hingga sampai pada titik pemberhentian pertama. Pada titik ini,  Beswan Djarum diberikan arahan untuk menghafalkan sebuah berita yang tidak boleh disampaikan kepada siapapun kecuali pada satu orang yang dituju. Hal ini mengajarkan mereka bagaimana menjaga dan menyampaikan amanah dengan baik agar menjadi seseorang yang dapat dipercaya. Setelah hafal dengan pesan tersebut, mereka diberikan arahan untuk berjalan satu persatu melewati track gelap dan mengikuti tali sebagai panduan mereka berjalan. Selain itu, mereka juga diberi petunjuk melewati beberapa pos yakni pos pengelihatan, pos keberanian, perabaan dan terakhir penciuman. Wajah-wajah penuh ketegangan tampak terlihat ketika para Beswan Djarum akan memulai berjalan, namun itu tidak mengurangi semangat mereka melewati tantangan yang ada didepan mata. Akhirnya mereka berhasil melewati track di antara gerimis dan gelapnya malam tanpa ada kendala apapun. "Menegangkan dan benar-benar menguji mental dan keberanian saya ketika harus menjalani Caraka Malam. Tapi dari kegiatan ini saya jadi lebih mempunyai keberanian menaklukan rasa takut, " ungkap Hery, Beswan Djarum asal Universitas Syahkuala Aceh. Suasana mencekam terjadi di  pos keberanian. Para Beswan Djarum terlihat tegang, bahkan beberapa di antara mereka ada yang berteriak ketika melewati pos ini. "Sempet takut juga tadi ketika melewati pos itu, karena mendengar cerita-cerita  menyeramkan di Caraka Malam, tapi akhirnya saya bisa melewati pos itu", ungkap Amazia, Beswan Djarum asal Universitas Maranatha. (Tauhid / Redaksi).
Share :