Technopreneurship Workshop: Letakkan Dasar Berwirausaha

Jumat, 3 Juli 2009 | Oleh
Share :

Hari-hari penyelenggaraan Technopreneurship workshop dalam rangkaian Djarum Bakti Pendidikan – Road to Campus adalah hari yang luar biasa membanggakan. Beswan Djarum Surabaya sebagai panitia kegiatan ini sangat  bangga bertemu dengan calon-calon entrepreneur yang sangat bersemangat. Mereka adalah rekan-rekan mahasiswa yang datang dari beberapa kampus top di Surabaya. Diantara dari mereka adalah berasal dari Unair, ITS, Unijoyo, IAIN, UPN, dan juga dari Unesa. ---------------------------------------------------------------

Bila kita simak data berapa banyak mahasiswa yang lulus perguruan tinggi setiap tahunnya? Berapa yang sibuk berebut lapangan pekerjaan? Berapa pula yang akhirnya menganggur? Bukanlah hal yang menggembirakan memang. Berawal dari realita  inilah Djarum Bakti Pendidikan berinisiatif dan memberikan sumbangan solusi. Acara yang  di gelar di Universitas Airlangga pada 20-21 Juni 2009, dengan tema “Tantangan Membangun Masa Depan Secara Mandiri Berbasis Pengetahuan dan Teknologi” ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan (skills) yang dapat dikembangkan secara mandiri dan berkesinambungan untuk meningkatkan daya saing pribadi, atau lebih gampangnya merubah mindset dari yang awalnya setelah lulus mencari pekerjaan apa menjadi setelah lulus harus dapat menciptakaan pekerjaan apa. Materi pertama diberikan oleh bapak Widya Utama dari ITS yang menjelaskan tentang dasar-dasar entrepreneur kemudian berlanjut bapak Wahyu Supraptono dari UGM yang dengan cerdas memandu bagaiman mengahadapi paradok kehidupan. Peserta dibuat kagum dan merasa bahwa sesungguhnya setiap orang mampu untuk menjadi entrepreneur. Diskusipun berjalan dengan meriah dan kebanyakan dari peserta sudah memiliki  mimpi dan cita-cita tentang keberhasilan hidupnya disepuluh tahun mendatang. Setelah diskusi ini, dilanjutkan lagi dengan diskusi “what ever you think, think the opposite” yang masih dipandu oleh Widya Utama. Hari pertama workshop ditutup dengan pemberian tugas pada para peserta berupa: “lomba kreatifitas membuat rumah telur”.

Hari kedua Tugas yang telah diberikan dihari pertama dapat diselesaikan dengan baik oleh para peserta. Lewat koordinasi dan kerjasama, peserta dapat menyelesaikannya. Ada rumah yang terbuat dari plastic, tanah liat, dan juga dari sterofom, bahkan balon.  Para Beswan Djarum selaku panitia kemudian diminta berperan sebagai konsumen (calon pembeli) dan peserta sebagai produsen yang menawarkan barang produsinya. 

Ada perbincangan dan penawaran, dan presentasi kelompok dalam menawarkan hasil produksinya. Hingga tiba pada sesi uji kelayakan barang. Semua peserta diminta melihat bagaimana barang produksinya diusi oleh para ‘konsumen’. Satu persatu rumah telur diuji dan dilempar jatuh dari lantai dua. Ada produk yang hancur dan ada yang tidak tetap utuh sesuai dengan yang dijanjikan para ‘produsen’. Dari praktek seperti ini peserta mendapatkan prinsip yang sangat mendasar dalam berwirausaha, yaitu: Bagaimana sebagai team atau rekan bisnis dapat bekerjasama dalam membuat sesuatu (proses produksi), bagaiman cara  menawarkannya (proses pemasaran) dan yang terpenting adalah bagaimana cara membuat pelanggan atau konsumen percaya dengan produk yang dibuat adalah benar-benar terpercaya. Pelajaran yang sangat berarti, bahwa dalam bisnis kita harus tetap menomor satukan kejujuran Sangat tepat dan bijak sekali materi ini menjadi penutup. Sebelum acara ini diakhiri, Widya Utama menekankan kembali tentang prinsip menjadi seorang entrepreneur: bahwa semua orang memiliki peluang yang sama tinggal bagaimana ia jeli memanfaatkannya dan tidak ada yang tidak mungkin kalau mau bersungguh-sungguh. Johan Tectona, Beswan Djarum Surabaya

Share :