Ada yang menarik dalam Fokus Grup Diskusi (FGD) yang terjadi dikota Pontianak. Ketika salah satu kelompok maju untuk mempresentasikan hasil pemikiran mereka terhadap satu kasus yakni kehadiran majalah dewasa ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Topik ini ternyata mengundang banyak pertanyaan dari para peserta dari kelompok lain untuk mempertanyakan hasil pemikiran kelompok dua ini.
Kelompok 2 yang terdiri dari Shafira, Icha, Delia, Akbar, Lofty dan Kristiawan ini mendapat giliran maju setelah kelompok 3 selesai mempresentasikan hasil diskusi mereka. Menurut kelompok ini, kehadiran majalah dewasa ditengah masyarakat ini tidak semuanya membawa pengaruh negatif bagi masyarakat. " Jika majalah ini jatuh ke orang dewasa maka kemungkinan tidak begitu berdampak dibandingkan jika majalah ini dibaca anak-anak" ungkap salah satu anggota kelompok 2 ini.
Hal ini langsung mengundang kelompok lain untuk bertanya mengenai berbagai hal seputar majalah ini. Seperti pertanyaan dari Asti dari Fakultas MIPA yang bertanya mengenai dampak majalah ini bisa saja terjadi kepada orang dewasa seperti tindak perkosaan yang bisa meningkat. "Saya melihat dampak negatif majalah dewasa ini tidak saja bisa terjadi pada anak-anak tetapi juga bagi orang dewasa," ungkap Asti.
Fokus Grup Diskusi menjadi tahapan selanjutnya setelah psikotest. pada tahap ini, peserta yang lolos sebanyak 33 orang dibagi menjadi 6 kelompok untuk mendiskusikan berbagai topik yang sedang menjadi pembicaraan hangat ditengah-tengah masyarakat. (Tauhid / redaksi)