Ubah Beban Berat Menjadi Seringan Kertas

Selasa, 19 Januari 2016 | Oleh Admin
Ubah Beban Berat Menjadi Seringan Kertas
Share :

Ubah Beban Berat Menjadi Seringan Kertas

 

Devan Christian Sugiarto tertegun saat ia dan kelompoknya tiba di area permainan Sliding Wheel. Tak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menyelesaikan tantangan membawa roda ban raksasa ke garis akhir dengan jalur menanjak. Kaget dan bingung harus berbuat apa.

 

Tak ingin berlama-lama, ia dan rekan-rekan satu kelompoknya berkumpul menentukan strategi membawa roda ban tersebut sesuai instruksi yang diberikan pelatih. Berulang kali mereka gagal karena merasa diburu waktu namun akhirnya berhasil lewati tantangan ini sebanyak 6 kali. Sebuah angka yang sebanding dengan usahanya.

 

Devan mengakui bahwa permainan ini menguji ia dan kelompoknya dalam banyak hal. Manajemen waktu, kesabaran, kekompakan, hingga keraguan. "Awalnya bingung dan ragu harus bagaimana membawa roda yang begitu besar ke garis akhir. Pertama kali mencoba kami gagal karena terburu-buru. Setelah dicoba lagi ternyata kami berhasil. Rasanya beban yang terlihat tidak seberat yang dibayangkan jika dilakukan bersama-sama."

 

Beswan Djarum asal Universitas Ma Chung ini menyampaikan bahwa ia mendapat tiga pelajaran penting dalam Sliding Wheel. Pertama tentang kerjasama, dimana jika kita memiliki beban yang berat apabila dilakukan bersama-sama akan terasa ringan. Kedua adalah tentang fokus capai tujuan. Menjadikan Beswan Djarum lebih terarah dan berani dalam melangkah.  "Yang terakhir tentang kesabaran dalam lewati setiap permasalahan. Jika terburu-buru maka yang terjadi adalah goncangnya emosi", jelasnya.

 

Masing-masing pribadi miliki kelebihan dan kekurangan. Di permainan ini, hal itu pun melebur atas nama sinergi capai target ke garis akhir. Mereka belajar untuk saling menghormati, peka pada sekitar, dan optimis pada kinerja kelompoknya. Mengubah tantangan berat menjadi seringan kertas. Maju terus hingga akhir! 

Share :