Semarang mencetak sejarah di final nasional Writing Competition 2013 dengan menempatkan Theodorus Radja Ludji dan Muhammad Ali Akbar sebagai juara pertama dan ketiga. Theodorus juga menjadi juara Writing Competition yang pertama dengan status mahasiswa jurusan sosial.
Kemenangan Teddy, panggilan akrab Theodorus, sudah terbaca sejak para juri yang terdiri dari Dr. Sonia Wibisono, Djenar Maessa Ayu, dan Prof. Dr. Rar. Nat. Sundani Nurono Soewandhi dari Institut Teknologi Bandung menyukai presentasinya. Bahkan Djenar Maesa Ayu dengan jelas mengatakan kalau ia jatuh cinta dengan presentasi Teddy. “Saya tak menyangka kalau para juri, terutama seorang Djenar Maesa Ayu, akan menyukai presentasi saya. Pujian mereka menjadi semangat bagi saya. Tapi saya tetap tak menyangka akan menang di Writing Competition 2013 ini. Sebab penampilan peserta lain sangat bagus,” papar Teddy sesaat setelah pengumuman pemenang di Hotel Peninsula (4/10/2013). Djenar sendiri mengatakan kalau gaya presentasi Teddy menyenangkan dan atraktif. Sedangkan ide presentasi yang berjudul Membangun Jiwa Kewirausahaan Anak Indonesia Melalui Permainan Ular Tangga Kreatif Berkonsep Bisnis Nyata : “ From Nothing To A Business Magnate” Teddy mudah diaplikasikan. Welly Arisanto sebagai pembina regional Semarang mengatakan kalau keberhasilan Teddy menjadi sinyal bagi para peserta Writing Competition yang berasal dari jurusan sosial agar tak patah semangat dan terus mencoba. Selama ini juara Writing Competition memang berasal dari mahasiswa jurusan science. Ada pun Muhammad Ali Akbar yang berasal dari jurusan kedokteran Universitas Diponegoro tak menyangka kalau dirinya dan Teddy akan berada di tiga teratas. Mengingat ada calon kuat seperti William Hartono dari Institut Teknologi Bandung, juara kedua Writing Competition 2013, yang menjadi calon kuat juara. “Usaha mereka hebat. Kemampuan mereka berkembang pesat sejak final regional di Semarang. Jadi mereka layak menang,” ujar Welly.