Usai berdiskusi, dewan juri akhirnya memutuskan tiga orang yang akan mewakili Semarang pada Final Nasional Writing Competition di Jakarta, 18-19 Oktober mendatang. Sebelum nama-nama pemenang diumumkan, Abdi Ekopriyono selaku perwakilan dari dewan juri, memberikan evaluasi sekaligus pembekalan bagi Beswan Djarum.
Kelemahan mendasar yang dirasa masih perlu dibenahi adalah pemakaian bahasa, baik tulis maupun lisan. Beswan Djarum saat presentasi dinilai kurang memperhatikan gestur dan intonasi berbicara. Selain itu, juga masih banyak yang tidak memperhatikan alokasi waktu presentasi. Walau demikian, dewan juri memuji karya tulis Beswan Djarum yang dinilai inovatif dan orisinal serta memungkinkan untuk diterapkan di masyarakat.
Selesai memberikan evaluasi, Abdi membacakan nama-nama pemenang. Beswan Djarum yang pertama didaulat sebagai pemenang adalah Chiputera (Universitas Sanata Dharma), disusul Harini Indrawati (Universitas Gadjah Mada) dan Rendi Satria (Universitas Kristen Satya Wacana). Alunan lagu "We Are the Champions" pun menggema memenuhi ruangan mengiringi kemenangan mereka. Suasana menjadi riuh. Semua orang berebut memberikan ucapan selamat pada ketiga pemenang.
Secara pribadi dr. Onny Setiani, Ph.D. menjagokan Chiputera. Menurutnya, karya Chiputera bagus dan dia mampu menjawab setiap pertanyaan dewan juri dengan mantap, meyakinkan, dan tanpa rasa gugup. Ia juga yakin kalau ketiga pemenang tersebut mampu berbicara banyak di Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum di Jakarta. "Kita harapkan, Insya Allah tiga orang yang kami pilih bisa bersaing di tingkat nasional nanti," kata dosen Universitas Diponegoro ini dengan yakin .
Chiputera, Harini, dan Rendi juga menyatakan siap mewakili Semarang di tingkat nasional nanti. Dengan terus berkoordinasi bersama dewan juri yang sudah dianggap sebagai dosen pembimbing penelitiannya, membuat mereka semakin optimis. "Kemenangan ini membuat saya makin terpacu untuk memberikan yang terbaik di tingkat nasional nanti," ujar Chiputera penuh semangat.