Jurnalis
Jujur saja, saya pribadi merasa bahwa apa yang dilakukan oleh Djarum Foundation ini bukan sekedar ikut-ikutan trend ada tentang CSR. Program ini telah dimulai sejak tahun 1984, berarti sudah sejak jauh hari dilakukan sebelum orang-orang mendengarkan tentang kepedulian sosial. Jadi, saya merasa bahwa apa yang dilakukan Djarum Beasiswa Plus lebih murni karena ketika suasana sepi, tidak ada pemberitaan, tidak ada peliputan, kegiatan CSR sudah mereka lakukan dan ini mungkin merupakan komitmen dari pimpinan Djarum Foundation. Terus terang saya mendukung sekali apa yang dilakukan oleh Djarum Beasiswa Plus. Kalau kita bicara tentang beasiswa, asumsinya adalah berapa dana tapi lebih dari itu, yaitu menyediakan kesempatan bagi anak-anak penerima beasiswa ini untuk bisa mendapatkan pelatihan, pemahaman dan kesempatan. Nah, nilai-nilai ini yang saya harapkan bisa dikembangkan dan justru ditengah kondisi susah seperti sekarang ini merupakan sebuah peluang untuk meraih cita-cita. Buat Beswan Djarum, kesempatan yang diberikan bukan berarti serta-merta sukses. Peluang memenangkan kompetisi untuk mendapatkan jembatan yang sudah dibangun oleh Djarum Beasiswa Plus. Jika Anda semua mampu melewatinya, Insya Allah 80% sukses ada ditangan.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor
Sistem pendidikan masa depan harus dapat membekali mahasiswa dengan berbagai kemampuan yang diperlukan dalam masyarakat modern termasuk di dalamnya soft skills yang porsinya masih dirasakan kurang. Produk dari pendidikan masa depan ini memiliki ciri yaitu kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kemampuan berkomunikasi (skilled communication), kemampuan memecahkan masalah secara kreatif (creative problem solving), serta kemampuan interpersonal yang menonjol (strong interpersonal skills).
Pengembangan kreativitas mahasiswa perlu diimbangi dengan keperdulian mahasiswa akan berbagai permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa agar menghasilkan sumber daya manusia yang tidak saja andal secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian kepada masyarakat.
Program Djarum Beasiswa Plus tidak saja memberikan umpan, tetapi juga dirancang untuk mengisi potongan mosaik dengan cara memberikan kail bagi penerimanya dengan berbagai pembekalan soft skills untuk membentuk alumni yang cerdas, memiliki soft skills memadai, dan peduli dengan lingkungan.
Benih yang ditanam melalui program Djarum Beasiswa Plus terbukti telah tumbuh, berkembang, dan berbuah manis dalam mendukung pembentukan sumber daya manusia yang andal untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Pemimpin Redaksi Kompas TV
Ketika bersekolah di Santa Ursula, saya selalu ingat pesan kepala sekolah saya dahulu, Sr. Francesco Marianti OSU. Beliau mengatakan: "Apa gunanya kalian pintar tetapi tidak menjadikan ilmu yang kalian miliki bermanfaat untuk sesama?". Kalimat ini begitu kuat dan menjadi pedoman saya. Pintar saja tidak cukup untuk menjadi diri sendiri. Saya dan kita semua meyakini bahwa pendidikan itu tidak hanya bertujuan melahirkan generasi yang pandai di mata pelajaran sekolah, tetapi juga untuk mendidik para siswa agar dapat mengembangkan dirinya dengan kekuatan karakter sekaligus kepekaan sosial untuk kemajuan - tidak saja bagi dirinya sendiri tetapi juga banyak orang. Pendidikan adalah upaya kita untuk melahirkan generasi yang tak pernah berhenti menjadikan dunia lebih baik. Seperti pepatah kuno dalam bahasa latin yang berbunyi Institutio puerorum, reformation mundi (Pendidikan yang baik bagi orang muda merupakan usaha yang baik untuk mengubah dunia). Djarum Beasiswa Plus berikhtiar melakukan hal ini.
News Executive Producer & News Anchor Kompas TV
Sekolah mengajarkan kita banyak hal, tapi perjalanan hidup membutuhkan lebih banyak bekal. Djarum Beasiswa Plus hadir melengkapi para pemimpin muda dengan ragam skills dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan, diantaranya menciptakan ide dan gagasan untuk kemaslahatan, mengemas dan menyampaikannya kepada berbagai kalangan lalu berjuang di depan, tengah serta belakang sebagai seorang pemimpin seperti yang dilakukan pendiri bangsa. Sepanjang yang saya lihat, para Beswan Djarum (penerima program Djarum Beasiswa Plus) kini punya "roket dan akar". "Roket" untuk terbang melanglang jauh meraih kemuliaan hidup. Sementara "akar" membuat pemuda pemudi ini ingat pulang dan tak lupa dari mana mereka berasal.