Tidak terasa Sudah dua hari pelaksanaan pelatihan kepemimpinan bagi para Beswan Djarum angkatan 26 akan segera berakhir. Tentu banyak kemampuan dan juga ilmu yang mereka dapat selama kurang lebih tiga hari pelaksanaan pelatihan Dare To Be A Leader And Debate.
Ada enam penjelasan karakter seseorang yang dinyatakan lewat warna sebuah topi, dan para Beswan Djarum diberikan kesempatan untuk mengganti warna topinya untuk kemudian memisahkan dari kelompok asal ia mendapat topi. Banyak Beswan Djarum yang berusaha untuk mendapatkan warna topi sesuai dengan karakter pribadinya. Seperti halnya Denny Afrian P, 21, salah seorang Beswan Djarum Regional Semarang yang menjadi leader di kelompok 3 dalam sesi Thinking Hats.
Selama dua hari menjalani pelatihan Dare To Be A Leader & Debate, telah banyak ilmu yang didapat Beswan Djarum dari apa yang disampaikan pemateri Marthen Sumual. Bahkan sebagaian besar Beswan Djarum sepakat dengan kata luarbiasa yang disematkan kepada Pak Marthen. Karena diawal perkenalan beliau dapat mengingat semua nama Beswan Djarum dalam waktu sangat singkat. Beliau mengajarkan bagaimana cara menjadi pendengar yang baik bagaimana cara menjadi seorang pemimpin. Berikut ini adalah ungkapan Beswan Djarum selama mendapat pelatihan kepemimpinan dari pak Marthen.
Banyak sekali permainan unik dan menarik yang dapat membangun karakter serta mengetahui potensi kepemimpinan setiap Beswan Djarum selama pelatihan Dare To Be A Leader (DTL) berlangsung. Salah satu permainan unik yang patut disimak adalah permainan untuk menggambar di atas kanvas. Mengapa unik ? Karena gambaran utuh yang telah disiapkan baru bisa terwujud jika keempat kanvas yang telah dibagikan untuk empat kelompok berbeda sebelumnya, dijadikan satu.
Hari Kamis (31/3) tengah malam, setiap peserta Dare To Be A Leader And Debate mendapatkan "hadiah" dari panitia berupa Project Presentation. Beswan Djarum dibagi kedalam empat kelompok, dan harus membuat bahan presentasi untuk di presentasikan esok pagi. Mereka diberi waktu oleh panitia sampai jam satu pagi untuk menyelesaikan bahan presentasi tersebut.
Dare To Be A Leader memberikan suasana yang ceria, menegangkan, penuh intrik, tetapi juga menyenangkan untuk setiap Beswan Djarum. Banyak kejadian atau momen unik dan tidak terlupakan bagi Beswan Djarum. Seperti yang diceritakan oleh Ayu dari Universitas Diponegoro, Semarang. "Kumpul-kumpul bareng Beswan Djarum dari yang awal jaim sampai akhirnya ketahuan gila-gilanya jadi momen yang ngga bakal dilupain. Juga gamesnya menarik semua."
Acara selama tiga hari ini, berlangsung cukup meriah dengan banyaknya games yang diadakan oleh panitia dan juga bekal pengetahuan untuk menjadi pemimpin yang baik. Memang itulah tujuan utama dari diadakannya pelatihan DTL, yaitu membekali setiap Beswan Djarum dengan pengetahuan-pengetahuan tentang kepemimpinan, demi menciptakan seorang pemimpin yang handal, bijaksana dan kompeten bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Melalui penyampaian materi yang ringan namun tepat sasaran, Beswan Djarum pun begitu antusias melahap materi demi materi yang disuguhkan. Komunikasi dua arah pun terjalin dalam pelatihan kemimpinan yang berlangsung selama tiga hari ini. Tanya jawab antara Beswan Djarum dengan pemateri berjalan dengan penuh keakraban. Hal ini menunjukkan bahwa Beswan Djarum tidak ingin melewatkan sedikit ilmu yang diberikan pemateri.
Memasuki hari pertama pelatihan Dare To Be A Leader & Debate, Beswan Djarum langsung menerima rangkaian materi berharga dari pemateri Marthen Sumual. Beswan Djarum pun serius menyikapi materi demi materi yang diberikan. Suasana serius dan tegang pun kerap menghampiri Beswan Djarum. Untuk mencairkan suasana tersebut maka dilakukan games di setiap sesinya. Salah satunya adalah games interaktif yang dilakukan diluar ruang Grasia 2, Galeri Ciumbuleuit sebagai tempat digelarnya Dare To Be A Leader & Debate