Sementara menurut Harini, tiga finalis terbaik yang akan mewakili Semarang di Final Nasional Writing Competition adalah Hafiz Budi Firmansyah (UGM), Chiputera, dan Rendi. Ketika ditanya alasannya
Kelemahan mendasar yang dirasa masih perlu dibenahi adalah pemakaian bahasa, baik tulis maupun lisan. Beswan Djarum saat presentasi dinilai kurang memperhatikan gestur dan intonasi berbicara.
Perasaan itu yang dialami Charles, Beswan Djarum asal Institut Pertanian Bogor (IPB). Jantung mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan ini sempat berdegup kencang ketika mempresentasikan karya ilmiahnya.
Pengamatan langsung kepada data juga dilakukan rekan satu kampus Rico, Rocky Aldinomera. Untuk membuat karya berjudul "Tepung Berserat Tinggi Berbahan Baku Lamun sebagai Alternatif Pangan dari Laut untuk Meningkatkan Gizi Masyarakat"
Perjalanan jauh yang ditempuh Heri Primadona dari Nangroe Aceh Darusalam tidak sia-sia. Jarak ribuan kilometer itu justrumenjadi motivasi positif untuk mempersembahkan yang terbaik dalam Final Writing Competition regional Jakarta
Kesepuluh Beswan Djarum mengangkat topik yang beragam. Marhaindra Gary Isworo (Universitas Sriwijaya), misalnya, menyajikan karya berjudul "Museum Galau (Galeri Barang Kuno) Berbasis Web untuk Meningkatkan Animo Masyarakat Indonesia Berkunjung ke Museum"
Jeda waktu bagi Indra, Ihsan, dan Vionita untuk menyempurnakan karya tulisnya terhitung cukup singkat, yakni hanya tiga hari. Indra yang mengangkat solusi seputar kit warna sebagai pendeteksi tingkat kerentanan
Perasaan berbeda dialami Vannesya Harahap (ITB) dan Annisa Nurramadhani (UPI). Meski tersisih, keduanya mampu menyikapi kegagalannya dengan besar hati. "Ternyata emang presentasi itu masing-masing
Bersama dengan Heri, terpilih juga Rico Andrean William (Universitas Tanjung Pura, Pontianak) dengan karya tulis berjudul "Bensin dari Sampah Plastik Jenis Polietilen melalui Perengkahan Katalik Menggunakan Katalis Ni/Si Dari Sampah".